Pemerintah propinsi

Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., Tutup Mata Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat Di NTB

kekerasan terhadap perempuan dan anak seharusnya kita lawan bersama namun dalam hal ini gubernur ntb tidak respon terkait persoalan ini

Bima, kabardesantb.com – Komunitas Pemerhati Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bima Didin mengingatkan Pemrov NTB  untuk tidak menutup mata terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak di daerahnya. Apalagi, di Provinsi NTB, seperti Kabupaten Bima Kota Bima Dan Dompu, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi yang umumnya di lakukan oleh orang dewasa setelah menenggak minuman keras, mabuk, mereka memukul istri dan anak-anaknya. “Banyak perempuan dan anak menjadi gila dan bahkan meninggal dalam perawatan di rumah sakit karena dipukul oleh suami, dan di perkosa oleh orang dewasa dan kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak masih ada sampai sekarang,” kata Didin, Selasa (3/3/2021).

Baca juga :

Angka kekerasan pada anak di NTB dilaporkan meningkat. Hingga triwulan ke tiga 2020 akhir, peningkatan tersebut tercatat sebesar 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu ” kata Didin .

Sebagai informasi, berdasarkan data Polda NTB terkait jumlah kekerasan seksual terhadap anak, sejak Januari – Mei 2020 telah terjadi 89 kasus. Rinciannya, penanganan yang dilakukan Ditreskrimum 1 kasus, Polres Mataram 12 kasus, Polres Lobar 1 kasus, Polres Lotim 12 kasus, Polres Loteng 15 kasus, Polres Lombok Utara 4 kasus, Polres KSB 5 kasus, Polres Sumbawa 13 kasus, Polres Dompu 10 kasus, Polres Bima 3 kasus, dan Polres Bima Kota 13 kasus. (Sumber Polda NTB di rilis Oleh SUARANTB.com)

Angka kekerasan pada anak di NTB dilaporkan meningkat. Hingga triwulan ke dua 2020, peningkatan tersebut tercatat sebesar 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu ” kata Didin .

Lebih lanjut Didin Pemerintah provinsi NTB tidak serius Menangani Kasus kekerasan pada anak Dan perempuan Di NTB.

Kejahatan terhadap anak meningkat, sampai sekarang sudah ada 6. Kemudian ada 24 kasus yang PPA polres Bima, jumlah ini membludak dibandingkan tahun 2020 Januari-maret  7 kasus,” ujarnya, selasa (3/3/2021).

Menurut dia, salah satu kasus paling berat adalah pemerkosaan Almarhumah AU( 10 ), Di kota Bima dan kabupaten bima  karena tingkat kesulitan untuk mengungkap kasus ini tidak seperti kasus lain. Didin  menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan membludaknya kekerasan terhadap anak yaitu teknologi dan ekonomi.Ungkap Didin

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. ditemui awak media Kabardesa NTB Selasa (3/3/ 2021) di sela sela kunjungan di bima  menanyakan terkait kekerasan pada perempuan dan anak di ntb Meningkat  tangapan Gubernur NTB kami sudah menginstruksikan pada dinas dinas tekait ungkapnya. tampa ada komentar lebih jauh terkait persoalan kekerasan pada perempuan dan anak di ntb

“Sejumlah pemerhati Perempuan dan anak sangat kecewa terhadak tanggapan Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc  sebagai Gubernur NTB  dalam  menangani persoalan kekerasan pada perempuan dan anak di ntb meningkat”( Bram KD).

Artikel Terkait

Back to top button
error:

Pemblokiran Iklan

Bantu kami menayangkan iklan dengan menon-aktifkan pemblokiran iklan di Web browser anda.